Suarapena.com, BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh sekolah di Kota Bandung harus berlangsung tanpa praktik perpeloncoan maupun segala bentuk kekerasan.
Menurut Farhan, MPLS yang dilaksanakan selama lima hari merupakan kegiatan orientasi untuk membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah, bukan menjadi ajang perpeloncoan.
“Perpeloncoan tidak boleh, sama sekali tidak boleh. MPLS hanya untuk pengenalan sekolah,” kata Farhan saat meninjau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah di Kota Bandung, Senin (13/7/2026).
Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya pencegahan perundungan atau bullying sejak dini melalui berbagai program di lingkungan pendidikan.
Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) yang telah mengikuti pelatihan bersama para psikolog. Program tersebut akan dievaluasi selama satu semester untuk mengukur efektivitasnya dalam menangani kasus kekerasan dan perundungan di sekolah.
“Salah satu yang kita cegah adalah berkembangnya budaya kekerasan atau budaya bullying di kalangan anak-anak sekolah. Ini harus dicegah sejak awal,” ujarnya.
Selain memperkuat pencegahan perundungan, Pemkot Bandung juga akan melanjutkan Program Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa kelas IX melalui pendekatan bela negara yang melibatkan instruktur dari TNI dan Polri setiap hari Jumat.
Program yang telah dimulai sejak 2025 itu menyasar remaja yang dinilai berada pada fase pencarian jati diri sehingga membutuhkan penguatan karakter dan kedisiplinan.
Farhan mengatakan, pendidikan karakter juga akan dipadukan dengan pendekatan psikologi modern. Karena itu, Pemkot Bandung akan mengevaluasi keberadaan psikolog klinis di 12 puskesmas untuk memperkuat layanan kesehatan mental bagi pelajar.
Menurut dia, hasil pemeriksaan kesehatan gratis menunjukkan adanya kecenderungan meningkatnya persoalan kesehatan mental pada anak-anak, mulai dari stres ringan hingga depresi.
Selain itu, pemeriksaan juga menemukan kecenderungan meningkatnya konsumsi gula, lemak, dan karbohidrat yang dapat meningkatkan risiko diabetes pada masa mendatang.
Untuk mendorong pola hidup sehat sejak usia sekolah, Pemkot Bandung kini tengah mengkaji penambahan frekuensi pelajaran olahraga menjadi tiga kali dalam sepekan agar siswa lebih aktif bergerak. (sp/ziz)










