Suarapena.com, BANDUNG – Proyek pengecatan mural kolong Jembatan Pasupati terus dikebut dengan target penyelesaian pada akhir Januari 2025. Mural yang sedang dikerjakan ini diperkirakan akan menjadi yang terpanjang di Indonesia, menjadikannya karya seni monumental yang menyuguhkan keindahan dan kreativitas di tengah kota Bandung.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, Didi Ruswandi, menyebut pengerjaan mural sudah mencapai sebagian besar area, meski detail sisi-sisi mural masih dalam proses penyelesaian.
“Progres ini sempat terhambat karena keterbatasan alat berat,” kata Didi, Kamis (16/1/2025).
Saat ini, hanya ada empat crane untuk menjangkau area tinggi, padahal kebutuhan idealnya adalah enam crane. Sebagai alternatif, pekerjaan di bagian-bagian sulit dijangkau dilakukan dengan bantuan galah. Sementara itu, dua crane tambahan masih dalam tahap pengadaan.
Proyek mural ini melibatkan tim ahli yang terdiri dari delapan orang, serta 20 pekerja harian dari tim Karees dan Cibeunying yang bekerja setiap hari untuk memastikan proyek berjalan lancar.
Didi menambahkan, meski bekerja sesuai jam kerja reguler, tim siap bekerja lembur jika diperlukan untuk mengejar target penyelesaian.
Untuk menjaga kelancaran dan keamanan, Didi juga mengimbau agar area parkir di bawah kolong jembatan sementara waktu dialihkan.
“Hal ini untuk menghindari risiko cat yang bisa jatuh ke kendaraan yang diparkir,” jelasnya.
Selain mempercantik tampilan kolong Jembatan Pasupati, mural ini juga diharapkan dapat menciptakan ruang publik yang prestisius dan menjadi daya tarik wisata baru di Kota Bandung.
Didi berharap, suatu saat kolong jembatan ini bisa menjadi ikon baru yang memikat wisatawan dan menjadi kebanggaan bagi warga Bandung.
Dengan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pengerjaan mural ini dapat selesai tepat waktu dan menjadi simbol kebanggaan baru bagi Kota Bandung. (sp/ziz)







