Scroll untuk baca artikel

Par-Pol

Normalisasi Kali Bancong di Bekasi Utara Mendesak Dilakukan, Ini Alasannya

×

Normalisasi Kali Bancong di Bekasi Utara Mendesak Dilakukan, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BEKASI – Kali Bancong yang berlokasi di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, perlu segera dinormalisasi dan diturap. Hal ini dikarenakan kali tersebut menampung air yang cukup tinggi dan berpotensi meluap ke kampung-kampung di sekitarnya.

Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, pada Kamis (16/11/2023).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Ia mengatakan bahwa jika kali Bancong meluap, kampung di Harapanjaya dan Pejuang akan terendam banjir.

Berita Terkait:  Makin Kompak! Sardi dan Tri Teken Komitmen Berantas Korupsi

“Kali Bancong itu terjadi pendangkalan dan penyempitan yang sudah lama. Ini menyebabkan aliran air menuju hilir terhambat. Kali Bancong harus dinormalisasi dan diturap agar tidak meluap,” ujarnya.

Arif menilai bahwa kali Bancong selama ini luput dari perhatian pemerintah, karena belum pernah dinormalisasi.

Ia mengatakan bahwa yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi hanya pembersihan secara manual, yaitu membersihkan sampah di atas aliran kali.

“Yang kemarin-kemarin itu tidak cukup. Banyak yang kita usulkan, usulan lokasi-lokasi banjir sudah kita usulkan ke Dinas BMSDA. Tapi ini masih kurang maksimal,” tandasnya.

Berita Terkait:  Makna Tahun Baru Islam 1445 H bagi Anggota DPRD Kota Bekasi Ahmad Ustuchri

Terakhir, Arif meminta DBMSDA dapat segera menangani normalisasi kali Bancong dengan serius, mengingat musim hujan sudah tiba. Ia juga meminta agar pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Kita harus saling bahu-membahu untuk mengatasi masalah banjir ini. Jangan sampai kita menyesal nanti kalau sudah terjadi bencana,” pungkasnya. (r5/adv)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca