Scroll untuk baca artikel

NewsPemerintahan

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

×

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini
Menkeu Purbaya jamin harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir tahun 2026.
Menkeu Purbaya jamin harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir tahun 2026.

Suarapena.com, JAKARTA – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun. Kebijakan tersebut dinilai masih aman seiring kondisi fiskal negara yang tetap terjaga.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah telah menghitung secara matang kebutuhan anggaran subsidi dengan mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dunia yang mencapai 100 dollar AS per barel.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Subsidi terhadap BBM akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Anggaran kita cukup,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Menurut dia, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di kisaran 2,9 persen meskipun pemerintah mempertahankan kebijakan subsidi tersebut.

Berita Terkait:  Harga BBM Sudah Naik, Sembako di Pasar Tradisional Masih Stabil

Selain itu, pemerintah juga memiliki bantalan fiskal berupa sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun. Dana tersebut dapat dimanfaatkan apabila terjadi tekanan yang lebih besar, termasuk lonjakan harga minyak dunia.

Meski demikian, pemerintah menilai kemungkinan harga minyak bertahan tinggi dalam jangka panjang relatif kecil.

Purbaya juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh spekulasi terkait kondisi keuangan negara. Ia menegaskan kapasitas fiskal pemerintah masih memadai untuk mendukung berbagai kebijakan yang telah ditetapkan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diambil sudah diperhitungkan,” kata dia.

Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa peningkatan defisit pada awal tahun merupakan bagian dari strategi percepatan belanja pemerintah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi agar lebih merata sepanjang tahun.

Berita Terkait:  DPR Ingatkan Pemerintah Konsisten Jaga Harga BBM, Jangan Beri Harapan Palsu

“Saya ingin menciptakan belanja pemerintah yang pertumbuhannya lebih merata, tidak menumpuk di akhir tahun. Jadi defisit yang besar di awal adalah konsekuensinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kinerja APBN menunjukkan perbaikan. Defisit berpotensi lebih rendah dari target awal sebesar 2,91 persen menjadi sekitar 2,8 persen.

Kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,39 persen pada triwulan IV dan berpotensi meningkat hingga di atas 5,5 persen.

“Kalau ekonomi membaik, pendapatan negara juga meningkat. Dampaknya, alokasi anggaran ke kementerian dan lembaga bisa lebih optimal,” ucap Purbaya. (sp/al)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca