Scroll untuk baca artikel

Pemerintahan

PLN dan KLHK Sepakat Tingkatkan Energi Terbarukan untuk Capai NZE 2060

×

PLN dan KLHK Sepakat Tingkatkan Energi Terbarukan untuk Capai NZE 2060

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mengenai program dan kegiatan di bidang lingkungan dan kelistrikan. Tujuan dari kesepakatan ini adalah untuk memperluas pasokan energi listrik nasional dan mendorong penggunaan energi terbarukan.

Acara penandatanganan dihadiri oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono di kantor KLHK, Jakarta pada hari Jumat (24/11/2023).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Kerja sama ini mencakup bantuan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah hutan, pertukaran data dan atau informasi, serta kegiatan lain yang disetujui termasuk pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan.

Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono menyatakan, pihaknya di Pemerintahan mendukung PLN dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia, terutama untuk pemanfaatan energi terbarukan.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah mendukung PLN untuk mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2060 dari sektor ketenagalistrikan,” kata Bambang.

Berita Terkait:  PLN Siagakan 2.300 Posko Kelistrikan Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H

Dia menyatakan, penandatangan kesepakatan ini bertujuan langsung untuk meningkatkan sinergitas dan koordinasi KLHK dengan PLN dalam upaya pelaksanaan program bidang ketenagalistrikan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Kami di sini juga memegang prinsip keberlanjutan, dan Pemerintah dan BUMN sepakat untuk dari awal menyiapkan lahan maupun kawasan hutan sesuai regulasi kawasan hutan,” katanya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN kini terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan demi mencapai NZE pada 2060. Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan lokasi potensi EBT yang pada umumnya jauh dari lokasi pusat permintaan listrik. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi mismatch tersebut.

“PLN dan KLHK memiliki tujuan dan tugas yang sama, yaitu menyelamatkan lingkungan di muka bumi ini dan menuju NZE. Selama ini kami sangat berterima kasih karena telah mendapat dukungan penuh dari Menteri KLHK, Ibu Siti Nurbaya dan seluruh jajaran,” ucap Darmawan.

Berita Terkait:  Melalui Co-Firing, 40 Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLN Grup Efektif Turunkan Emisi Karbon

PLN telah merancang Accelerated Renewable Energy Development (ARED) yang akan mengatasi tantangan tersebut. Melalui ARED, PLN akan mengembangkan green enabling transmission line dan smart grid yang menghubungkan listrik antarpulau di Indonesia, yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali. Sehingga, listrik dari energi terbarukan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pembangunan tersebut, penambahan kapasitas pembangkit EBT bisa meningkat dari 22 gigawatt (GW) menjadi 61 GW pada 2040.

“Pembangunan transmisi tersebut tentu membutuhkan dukungan KLHK, karena akan melewati kawasan-kawasan hutan. Ini harus direncanakan dan dikoordinasikan dengan baik agar seluruh pembangunannya bisa sesuai dengan regulasi,” tutup Darmawan.

Seluruh upaya yang dilakukan ini menjadi wujud komitmen, bahwa PLN tidak hanya berfokus dalam menyediakan listrik namun bertanggung jawab dalam perubahan iklim di Indonesia dengan menjadi lokomotif transisi energi dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca