Hawa nafsu tak hanya harus di tahan di bulan Ramadan. Bahkan sepanjang tahun kita harus bergelut melawannya, berjuang menaklukannya. Pelatihan sebulan membekuk hawa nafsu, seharusnya pula kita aplikasikan di sebelas bulan setelahnya. Hingga pelatihan datang lagi di tahun depan.
Semua orang memiliki sisi buruk. Tapi semua pun memiliki kesempatan untuk merubahnya, dan lagi-lagi bukan hanya di bulan Ramadan. Kebiasaan buruk untuk mencela, mencaci, menilai diri sendiri sebagai yang Mahabenar, pun tantangan sepanjang waktu yang setiap detik harus dihadapi. Begitu, bukan?
Volume ibadah yang meningkat di bulan ini, tentu baik. Tapi tentu lebih baik jika kadar tersebut tidak kita kurangi selepas Ramadhan. Menjadikan kebiasaan dalam sebulan penuh, dan meneruskan kebiasaan tersebut di bulan-bulan selanjutnya.
Persaudaraan seiman yang begitu kental terasa di sepanjang bulan, pun sebenarnya persaudaraan yang bukan terbatas waktu, bahkan persaudaraan yang sebenarnya terus tersambung hingga ke surga kelak insya Allah. Tentu baik jika kita tetap menjaga rasa persaudaraan itu di sepanjang hidup kita, bukan?










