Suarapena.com, JAKARTA – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran dalam mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan selama arus mudik Lebaran tahun ini.
Ia mengatakan, berbagai skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan oleh Korps Lalu Lintas Polri untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat menuju kampung halaman.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan contraflow jika terjadi peningkatan volume kendaraan dari arah Jakarta menuju Cikampek.
“Contraflow ini sudah dipersiapkan. Jika nanti terjadi kepadatan dari Jakarta menuju Cikampek, maka rekayasa tersebut bisa segera dilaksanakan,” kata Dedi dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Selain contraflow, Polri juga menyiapkan penerapan sistem satu arah atau one way secara situasional apabila arus kendaraan meningkat signifikan.
Dedi menjelaskan, keputusan penerapan rekayasa lalu lintas akan didasarkan pada analisis data yang dihimpun melalui sistem pemantauan di Command Center.
Menurut dia, rekayasa lalu lintas akan diterapkan apabila volume kendaraan yang melintas di ruas Tol Cikampek telah mencapai lebih dari 6.000 kendaraan per jam.
“Apabila arus kendaraan yang melalui Cikampek sudah di atas 6.000 kendaraan per jam, maka akan dilakukan rekayasa one way dan langkah-langkah pengaturan lainnya,” ujarnya.
Selain pengaturan lalu lintas, Polri juga menyiapkan sistem penyampaian informasi kepada masyarakat melalui SMS blast. Sistem ini akan memberikan pemberitahuan kepada masyarakat mengenai kondisi lalu lintas maupun rencana penerapan rekayasa jalan.
Dedi mengatakan, informasi tersebut akan disampaikan beberapa jam sebelum kebijakan diberlakukan agar masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan.
“Misalnya dua jam sebelum contraflow atau one way diberlakukan, masyarakat akan mendapat informasi melalui SMS blast sehingga bisa menentukan jalur perjalanan yang akan dipilih,” kata dia.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan hotline Polri di nomor 110 apabila mengalami kendala selama perjalanan mudik.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melaporkan berbagai situasi darurat maupun gangguan di jalan sehingga petugas dapat segera memberikan bantuan.
Menurut Dedi, berbagai langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan mudik masyarakat pada Lebaran tahun ini berlangsung aman dan lancar.
Ia menambahkan, Operasi Ketupat 2026 mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai semangat bersama antara petugas dan masyarakat selama masa mudik. (sp/hp)










