Scroll untuk baca artikel

Suara Jateng

Sekarang Bayar KIR Bisa di Bank Jateng atau Aplikasi Bima Lho….

×

Sekarang Bayar KIR Bisa di Bank Jateng atau Aplikasi Bima Lho….

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi bayar KIR di Rembang
Ilustrasi bayar KIR di Rembang

Suarapena.com, REMBANG – Mulai 1 November masyarakat Rembang dapat melakukan pembayaran KIR kendaraan secara nontunai.

Pembayaran tersebut bisa dilakukan di Bank Jateng, internet banking, aplikasi Bima, dan Agen Laku Pandai Bank Jateng.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan bahwa, pembayaran KIR secara nontunai dapat lebih transparan dan dapat mencegah adanya tindakan korupsi atau pungutan liar.

“Masyarakat sekarang sudah dipermudah tentang pembayaran KIR. Dengan ini ,benar- benar bebas dari korupsi, kolusi, dan sebagainya. Nah seperti ini, hanya Rp88 ribu, sangat murah,” katanya sambil menunjukkan bukti pembayaran salah satu warga yang membayar KIR dengan nontunai, saat meninjau pelaksanaan perdana pembayaran nontunai di kantor Dinas Perhubungan setempat, Selasa (1/11/2022).

Berita Terkait:  Curhat Warga ke Ganjar saat Serahkan Bantuan Renovasi Rumah

Menurutnya, dengan kemudahan tersebut, masyarakat dapat membayar KIR tepat waktu. Selain taat pajak, pemilik kendaraan juga terhindar dari sanksi atau denda.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang Arif Romadhon menuturkan, untuk pembayaran KIR nontunai, pihaknya bekerja sama dengan Bank Jateng.

Ada petugas dari bank agen Laku Pandai Bank Jateng yang akan melayani pemilik kendaraan yang belum siap melakukan pembayaran nontunai.

“Kita mulai sosialisasi, pembayaran juga tidak ke petugas Dinhub, tetapi petugas bank,” katanya.

Berita Terkait:  Jateng Targetkan 14 persen Angka Stunting Turun pada 2023

Sementara, Kepala Bank Jateng Cabang Rembang Yunus Anis menambahkan, pihaknya sangat mendukung digitalisasi pembayaran ke kas negara ini. Termasuk, memfasilitasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki kewenangan menerima pembayaran dari masyarakat untuk masuk ke kas negara.

“Samsat pun juga kita support yang sifatnya pembayaran cashless atau nontunai,” jelasnya.

Danang, pemilik kendaraan dari Desa Ngadem, Kecamatan Rembang mengaku dengan adanya layanan pembayaran nontunai sangat membantunya.

“Kalau menurut saya sebagai wajib pajak, perlu sekali (pembayaran nontunai). Jadi, kita langsung pendaftaran, langsung bayar. Kita nggak usah pergi kemana-mana,” pungkasnya. (Sp/Pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca