Asep Sudarsono juga mengaku bakal memberikan data yang diminta oleh pihak GMNI hari ini, dengan demikian semua persoalan yang disangkakan kepadanya menjadi jelas.
Ia menambahkan, pengadaan tablet pada 2019 sebenarnya dilakukan untuk keperluan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi siswa kelas XII SMA/SMK. Tetapi lantaran menyebarnya wabah Covid -19 pada dua hari menjelang pelaksanaan ujian, maka UNBK dihentikan.
Menurutnya, hingga saat ini tablet tersebut secara fisik masih ada di sekolah masing-masing penerima bantuan, tetapi beberapa diantaranya sudah mulai mengalami kerusakan. Tablet tersebut juga dipinjamkan kepada siswa dengancatatan tidak boleh dibawa pulang ke rumah.
“Pada saat pembelajaran dipinjamkan tetapi tidak dibawa ke rumah, karena jumlahnya terbatas. Intinya tiap sekolah berbeda (jumlah bantuan tablet) sesuai dengan jumlah siswa kelas XII, karena memang pengadaannya dulu untuk UNBK,” lanjut dia. (sng)










