Suarapena.com, BANDUNG – Sejumlah data terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Bandung diverifikasi oleh Tim Asesor Eksternal dalam rangka Penilaian Interview Evaluasi SPBE 2023, Selasa (12/9/2023).
Salah seorang asesor, Ferry Astika mengatakan, peta rencana dan arsitektur SPBE Kota Bandung harus disempurnakan lagi. Karena peta rencana sangat berkaitan dengan arsitektur.
“Harus ada analisis perbedaan antara kondisi saat ini dengan yang diharapkan. Sehingga road mapnya itu dituangkan ke peta kerja. Ini yang harus kita sepakati bersama,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, perlu ada kejelasan acuan dari peta rencana SPBE Kota Bandung. Arsitektur dan tata rencana harus ada di satu aturan regulasi.
“Itu yang ingin kami coba klarifikasi. Karena masih bercampur dengan regulasi tahun 2021 juga. Kemudian, perlu ada keterhubungan antar OPD terkait manajemen layanan,” paparnya.
Menanggapi hal itu, Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna menyampaikan, basis data menjadi salah satu faktor penting untuk memperbaiki peta rencana dan arsitektur SPBE Kota Bandung.
“Hal yang krusial itu basis data. Harus jelas dan seragam digunakan sebagai dasar kita membuat peta rencana. Karena itu merupakan kunci dari program SPBE ini,” kata Ema.
Ia menambahkan, dari tahun ke tahun SPBE Kota Bandung mendapatkan skor yang terus meningkat. Tahun 2019, Kota Bandung mendapatkan skor 3,11. Lalu, tahun 2020 mendapatkan skor 3,71.
“Tahun 2021 memang sempat mengalami penurunan karena ada indikator berubah dan kami perlu ada proses adaptasi. Kami dapat skor 3,19. Lalu tahun 2022 mendapatkan skor 3,61,” jelasnya.
Jika melihat dari target nasional, Ema mengaku, skor Kota Bandung sudah cukup memuaskan, berada di ambang batas yang sudah ditentukan. Sehingga harus bisa diimplementasi dengan baik agar dirasakan kebermanfaatannya di masyarakat.
“Untuk mendukung terhadap SPBE, sudah terakumulasi anggaran sebanyak Rp158 miliar yang meliputi dari 76 organisasi perangkat daerah (OPD). Kita terus melakukan perbaikan melalui regulasi,” ujarnya.
Untuk mempermudah layanan, SPBE Kota Bandung juga telah dibuat dalam satu aplikasi yang mencakup seluruh jenis layanan. Semua layanan bisa diakses melalui aplikasi Sadayana.
“Aplikasi ini sudah bisa diakses oleh masyarakat. Semoga bisa lebih mempermudah dan mempercepat layanan melalui aplikasi Sadayana,” tambahnya. (din)










