Suarapena.com, LEBAK – Warga Kabupaten Lebak khususnya warga kurang mampu kecewa migrasi siaran TV analog ke siaran TV digital atau dikenal dengan nama Analog Switch Off (ASO).
Warga mengaku tidak mampu membeli alat set top box (STB) dan bantuan STB yang dijanjikan pemerintah sampai hari ini belum diterima. Padahal, siaran televisi selama ini merupakan hiburan yang murah dan nyaman bagi keluarga, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.
Badriyah, warga Kecamatan Maja, Lebak, mengaku tak bisa lagi menonton televisi karena kebijakan tersebut. Bentuan STB yang dijanjikan pemerintah apakah dia termasuk warga didata atau tidak, ia tidak mengetahui.
“Iya sampai sekarang tv mati gak bisa nonton, tentu kami kecewa, untuk beli STB tidak punya uang,” keluh Badriyah, Minggu (6/11/2022).
Hal yang sama juga dialami hoiro horin, warga Kelurahan Muhara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, ia pun hingga saat ini masih belum mendapatkan alat STB dari pemerintah. Jika melihat kriterianya dia harusnya salah satu warga penerima bantuan STB. Karena, dia merupakan masuk katagori masyarakat miskin yang terdaftar pada bantuan PKH dan BPNT.
“Belum dapat, tidak tahu kapan bantuan STB saya terima, karena belum ada informasi apapun, sehingga sampai saat ini tv mati,” ujarnya.










