Dengan hilangnya lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum taman menjadi kios, lanjutnya, maka potensi banjir yang terjadi semakin besar.
Penolakan pembangunan kios kuliner sebenanrnya dilakukan dalam audiensi bersama pihak kelurahan setempat pada 12 November 2017.
Dalam auidensi tersebut, warga Duta Harapan dan Telaga Mas secara tegas menginginkan pembangunan dihentikan permanen.
“Waktu itu menyepakati pemberhentian permanen, agar dipindahkan ke tempat yang lebih representatif,” tukas pria yang akrab disapa Jiyo.










