Ok sip, kalau sholat berjamaah di masjid masih berat, minimal syarat yang wajib jangan bolong lagilah sob. Ini bukan soal hidayah aja, tapi ini soal kemauan, soal kesungguh sungguhan. harus ada proses perbaikan signifikan sebagai bukti keseriusan cinta kita ke Allah sob. Nggak perlu laporan ke gue sob, tapi ke Allah aja sob, cukup Allah aja.
Inilah badai pertama hijrah. Badai itu tidak datang dari orang lain, tapi dari kemauan dalam diri kita sendiri. Jika kau cinta pada sesuatu, wanita, laki laki tampan, kau pasti memgejarnya, merayu cintanya, membuktikan cintamu padanya. Bukankah hijrah karena kau juga merasakan cinta? cinta pada Allah Subhana wa’taala. Mana buktinya? gombal bae ente sob hihihi.
Hijrah ibarat mempersiapkan kapal di dermaga. Tujuannya bukan mengasingkan diri, untuk sekedar diam di dermaga. Tapi justru kapal dibuat untuk mengarungi samudera, samudera itulah ruang sosial kita.
Itulah pentingnya, menyelesaikan urusan dengan diri kita sendiri. Menindak tegas kemauan dan kesungguhan kita agar tidak mempermainkan Allah. Inilah sumber dari kekuatan kapal bernama hijrah itu.










