Scroll untuk baca artikel

HeadlineLifestyle

UNESCO Global Geopark dari Indonesia Bertambah Lagi, Ada Ijen

×

UNESCO Global Geopark dari Indonesia Bertambah Lagi, Ada Ijen

Sebarkan artikel ini
Potret seorang perempuan yang sedang berada di Kawah Ijen yang saat ini sudah resmi menjadi jaringan UNESCO Global Geoprak.
Potret seorang perempuan yang sedang berada di Kawah Ijen yang saat ini sudah resmi menjadi jaringan UNESCO Global Geoprak.

Suarapena.com, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik penetapan empat situs geopark Indonesia ke dalam jaringan UNESCO Global Geoparks (UGG).

Penetapan ini diharapkan akan memperkuat promosi pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air, sekaligus memperkuat arah pembangunan pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Ini bagus sekali, sebagai sarana promosi yang efektif sehingga dapat menambah minat wisatawan, tidak hanya nusantara tapi juga mancanegara. Sehingga, pada akhirnya akan memberikan dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Sandi dalam keterangannya, Sabtu (27/5/2023).

Adapun penetapan keempat situs geopark ini berdasarkan keputusan pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis, pada Rabu (24/5/2023) lalu.

Berita Terkait:  7 Tempat Bersejarah yang Wajib Dikunjungi Saat di Surabaya

Keempat geopark tersebut yakni Ijen UNESCO Global Geopark, Maros Pangkep UNESCO Global Geopark, Merangin Jambi UNESCO Global Geopark, dan Raja Ampat UNESCO Global Geopark.

UNESCO Global Geopark sendiri ialah sebuah wilayah geografis di mana situs dan lanskap yang menjadi aset geologis internasional dikelola dengan konsep konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu.

Taman Bumi (geopark) yang mendapat pengakuan UNESCO akan dikembangkan dengan pendekatan konservasi dan pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan komunitas lokal.

Lantaran itu, Menteri Sandi akan all out mendorong promosi baik di keempat geopark yang baru saja ditetapkan dalam jaringan UGG ataupun enam geopark yang sebelumnya telah lebih dulu ditetapkan agar semakin dikenal dan menarik minat wisatawan. Termasuk melakukan pendampingan dan pelatihan dalam penguatan SDM guna memastikan agar keragaman yang ada di dalam geopark tetap terjaga.

Berita Terkait:  Tips Liburan Nataru agar Aman, Nyaman, dan Tetap Menyenangkan

Selain itu, ia juga akan memastikan geopark sebagai wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilai tinggi, termasuk di dalamnya keanekaragaman hayati dan keragaman budaya yang menyatu dan dikembangkan dengan tiga pilar utama yakni konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal.

“Termasuk memastikan keterlibatan desa-desa wisata di sekitar geopark agar dapat berkontribusi dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis geopark,” ucapnya.

UNESCO dalam keterangan resmi sebelumnya menyatakan terdapat 18 situs geopark terbaru yang ditetapkan dalam jaringan UGG. Termasuk di dalamnya empat situs geopark Indonesia. Dengan penetapan ini, maka total ada 195 situs geopark dalam jaringan UGG yang tersebar di 48 negara. (Sp/Pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca