Scroll untuk baca artikel

HeadlineSuara Sumut

Usia 43 Dekranas, Kriya dan Wastra Nusantara Harus Lestari, Ini Jurusnya

×

Usia 43 Dekranas, Kriya dan Wastra Nusantara Harus Lestari, Ini Jurusnya

Sebarkan artikel ini

“Inovasi juga penting ya, misal di Rembang batik sudah bagus. Tapi jarang yang ready to wear, di situ diadakan pelatihan agar pangsa yang dituju lebih banyak,” urainya.

Selain itu, Nawal juga menggarisbawahi  keterlibatan santri, dalam menggelorakan tradisi kriya dan wastra nusantara.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Banyak juga keterlibatan santri, seperti di Wonosobo, ada baju koko, sarung, batik. Selain itu mindset santri juga perlu didorong, kami juga tak berhenti pada pelatihan saja, tapi juga sampai pemasarannya juga benar,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Filosofi di Balik Motif Batik Khas Nusantara yang Wajib Kamu Ketahui

Perlu diketahui, ajang HUT ke-43 Dekranas diikuti oleh seluruh pengurus Dekranasda, dengan jumlah undangan sekitar 1.496 orang. Acara dipusatkan di Hotel Santika Dyandra dan pameran kriya dan wastra, di Lapangan Banteng hingga Minggu (21/5/2023).

Berita Terkait:  Batik Bekasi ‘Gak Pernah Absen Tampil di Indonesia Fashion Parade

Dari Jateng, ditampilkan puluhan kerajinan, mulai dari tenun, dompet, topi, hingga kriya berupa wire bross. Produk yang berasal dari 11 kabupaten/kota itu bernilai hingga Rp250 juta.

Bahkan, produk syal tenun asal Klaten telah melanglang ke berbagai negara. Seperti Belanda, Australia, Malaysia, hingga Amerika Serikat. (Hms/sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca