Suarapena.com, BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menerima audiensi warga Perumahan Taman Kayuringin yang mengeluhkan persoalan banjir di lingkungan mereka, Kamis (5/2/2026).
Dalam audiensi tersebut, perwakilan warga, Faigiziduhu Ndruru, menyampaikan bahwa banjir kerap terjadi akibat limpahan air dari Kali Alam ke Kali Jati yang tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras.
“Perumahan kami sering banjir karena limpahan dari Kali Alam ke Kalijati. Sebelum tahun 2020, alirannya masih lancar karena belum ada sedimentasi dan penyempitan akibat bangunan,” ujar Faigiziduhu.
Ia menjelaskan, saat ini kondisi sungai mengalami pendangkalan serta penyempitan aliran akibat berdirinya bangunan di sekitar bantaran kali. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tidak lancar dan meluap ke permukiman warga.
Menurut dia, penertiban bangunan di bantaran sungai menjadi langkah penting agar aliran air kembali normal dan tidak masuk ke kawasan permukiman.
“Bangunan-bangunan itu perlu ditertibkan supaya air dari hulu bisa mengalir lancar dan tidak meluap ke rumah warga,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah dapat melakukan normalisasi sungai, pengangkatan sedimentasi, serta penataan kawasan bantaran kali. Selain itu, mereka juga mengusulkan pembangunan saluran air sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sardi Efendi mengatakan DPRD Kota Bekasi akan menindaklanjuti keluhan warga dengan melibatkan dinas terkait.
“Kami akan membuat disposisi ke Komisi II DPRD Kota Bekasi dan mengundang dinas terkait untuk membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan,” ujar Sardi.
Ia juga meminta warga menyampaikan aspirasi secara tertulis agar dapat dijadikan rekomendasi resmi DPRD.
“Nantinya akan dibahas melalui Komisi II, apakah perlu normalisasi sungai, perapihan drainase, penyodetan, atau solusi lain seperti pembangunan tandon air di wilayah yang cekung. Semua itu akan kami rekomendasikan kepada Wali Kota,” kata Sardi. (sp/pr)










