SUARAPENA.COM – Pasca KPK menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya sebagai tersangka kasus suap terkait proyek dan lelang jabatan, Warga Kota Bekasi mendorong KPK untuk memiskinkan para koruptor.
“Saya kira harus ada upaya berani dari KPK untuk membuat miskin para koruptor, tanpa terkecuali,” ujar Andy Iswanto Salim selaku warga Kota Bekasi, di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (7/1/2022).
Andy Salim pun mengapresiasi kerja KPK dalam melakukan operasi senyap
“Kami mewakili masyarakat Kota Bekasi mengapresiasi kinerja KPK yang berani, tegas menangkap, menahan, atau membuka OTT di Bekasi,” ucapnya.
Sebelumnya, Satuan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Bekasi pada Rabu (5/1/2022).
Dalam OTT tersebut, tim satgas membekuk penyelenggara negara dan pihak swasta.
Berdasarkan hasil gelar perkara, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Wali Kota Bekasi beserta delapan orang lainnya sebagai tersangka.
Ia diduga sebagai pihak penerima suap dan gratifikasi.
“KPK berkesimpulan terdapat 9 orang tersangka,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi persnya di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (6/1/2022). (Sng/Bo)










