Suarapena.com, BEKASI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi meluruskan informasi terkait capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2026 yang sebelumnya disebut baru mencapai 37 persen.
Kepala Bapenda Kota Bekasi M. Solikhin menegaskan, angka tersebut tidak sesuai dengan kondisi terbaru. Berdasarkan data per Kamis (16/7/2026), realisasi PAD Kota Bekasi telah mencapai 47,95 persen atau lebih dari Rp 1,9 triliun.
“Angka 37 persen itu tidak benar. Sampai hari ini posisi kita sudah di 47,95 persen, dengan capaian lebih dari Rp 1,9 triliun. Jadi itu harus saya luruskan,” kata Solikhin.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sejumlah sektor pajak daerah tercatat mengalami peningkatan dan menjadi penopang utama penerimaan daerah.
Beberapa sektor yang mencatat realisasi tinggi antara lain Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas makanan dan minuman sebesar 60,5 persen, pajak air tanah 66,41 persen, serta pajak parkir 57,89 persen.
Solikhin mengatakan, Bapenda Kota Bekasi terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah, salah satunya melalui strategi intensifikasi dan pengawasan terhadap wajib pajak.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas penggunaan teknologi pemantauan transaksi melalui tapping agent dan tapping box. Teknologi tersebut digunakan untuk mencatat transaksi wajib pajak secara elektronik sehingga potensi penerimaan dapat dipantau secara lebih akurat.
Selain itu, Bapenda juga melakukan pendataan terhadap potensi wajib pajak baru serta menurunkan petugas checker untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha dalam memenuhi kewajibannya.
Dari sisi kebijakan, pemerintah daerah juga terus melakukan penyempurnaan regulasi melalui pembaruan Peraturan Wali Kota maupun Keputusan Wali Kota guna memperkuat sistem penerimaan pajak daerah.
Dengan tren penerimaan yang terus meningkat setiap bulan, Solikhin optimistis target PAD Kota Bekasi tahun 2026 dapat tercapai lebih dari 90 persen hingga akhir tahun.
“Perintah Pak Wali dan Pak Wakil jelas, jangan sampai belanja pemerintah terganggu. Karena itu kami terus mengoptimalkan penerimaan daerah. Data yang kami sampaikan ini real time dan terus bergerak setiap hari,” ujarnya.
Bapenda Kota Bekasi memastikan akan terus menjaga kinerja penerimaan daerah agar program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan sesuai rencana. (adv)










