Scroll untuk baca artikel
HeadlineKultural

Di Balik Perjalanan Ritual Thudong, Ada Pengawalan Laskar Agung Macan Ali Kesultanan Cirebon

×

Di Balik Perjalanan Ritual Thudong, Ada Pengawalan Laskar Agung Macan Ali Kesultanan Cirebon

Sebarkan artikel ini
laskar macan ali kesultanan cirebon
Laskar Macan Ali Kesultanan Cirebon

Biksu Wawan namanya, seperti dikisahkan Prabu Diaz. Pria yang disebutnya telah menjadi Wali Budha dan menimba ilmu mendalam di Thailand. Tahun ini biksu tersebut bersama rombongan pun menjalani ritualnya menuju ke Candi Borobudur.

Perjalanan thudong sendiri telah dijalankan sejak dahulu bahkan dengan melintasi negara-negara islam. Sejumlah negara seperti Yaman, Lebanon, Syria, Hadramaut, disebut-sebut pernah dilintasi thudong.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Hal inilah yang kemudian mendasari perjalanan thudong atas gagasan Biksu Wawan. Sementara sejumlah negara islam pernah dilintasi ritual thudong, mengapa Indonesia yang memiliki Candi Borobudur belum?

Dalam perjalanan thudong ini dapat diajarkan bagaimana toleransi yang tinggi ada di dalamnya. Bagaimana tidak, para biksu yang merupakan penganut agama budha ternyata dikawal oleh Laskar Macan Ali Kesultanan Cirebon yang seluruhnya beragama islam.

Berita Terkait:  Melihat Lebih Dekat Perayaan Waisak 2567 di Pelataran Candi Borobudur

Atas dasar toleransi dan Bhineka Tungga Ika, Prabu Diaz berani mengemban tugas sebagai penanggung jawab dalam perjalanan internasional thudong ke Indonesia.

“Kita punya sejarah toleransi yang panjang, sejak zaman penyebaran islam seperti di Cirebon banyak pelajaran yang dapat kita ambil,” kata dia sambil mengisahkan rentetan kisah sejarah islam di Cirebon. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca