SUARAPENA.COM – Pemerintah memproyeksi mobilitas masyarakat akan meningkat seiring dengan adanya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan pola dan pendekatan lalu lintas, terutama untuk lalu lintas darat, demi mencegah penularan atau penyebaran Covid-19.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam keterangan persnya menuturkan, pola dan pendekatan lalu lintas tersebut mencakup adanya pembatasan yang meliputi contraflow, satu arah, hingga ganjil genap. Meski begitu, semua pembatasan sifatnya situasional.
“Manakala mungkin ada peningkatan volume, kami akan merekomendasikan dengan situasional, yaitu contraflow, satu arah, dan ganjil genap,” ujar Budi baru-baru ini, Selasa (21/12/2021).
Manajemen dan rekayasa lalu lintas yang dilakukan oleh Kemenhub ini, kata Budi, dilaksanakan atas kesepakatan dengan koordinasi dan kerja sama beberapa pihak, terutama dengan Polri, Kementerian PUPR, serta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Di samping itu, Budi juga menyebut pemda yang memiliki kawasan wisata, juga diberikan kewenangan untuk melakukan manajemen lalu lintas yang sifatnya situasional.
Untuk kendaraan logistik, Kemenhub tidak melakukan pembatasan dari jalan tol ke jalan nasional. Namun, tetap ada kemungkinan kendaraan truk juga akan dialihkan jika peningkatan volume terjadi.
Sedangkan untuk perjalanan di wilayah aglomerasi bagi kendaraan pribadi dan umum, Budi mengatakan tidak diperlukan persyaratan perjalanan seperti vaksin lengkap, hingga test antigen dan PCR.
Meski demikian, kebijakan ini dapat sewaktu-waktu berubah jika terdapat peningkatan volume masyarakat.
“Tapi juga memiliki potensi ada pelaksanaan random samplingdi jembatan gebang, terminal, rest area, dan lain-lain,” pungkasnya. (Sng/Bo)










