Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

Jembatan Winong Elok, Akses Sragen–Ngawi yang Kembali Terhubung

×

Jembatan Winong Elok, Akses Sragen–Ngawi yang Kembali Terhubung

Sebarkan artikel ini
Warga masyarakat Sragen dan Ngawi kini bisa kembali mengakses jembatan winong elok usai diresmikan beberapa waktu lalu.
Warga masyarakat Sragen dan Ngawi kini bisa kembali mengakses jembatan winong elok usai diresmikan beberapa waktu lalu.

Suarapena.com, SRAGEN – Jembatan Winong Elok di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, resmi dibuka dan kini dapat dilalui masyarakat. Jembatan ini menjadi penghubung penting antara Kabupaten Sragen dan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, setelah sebelumnya terputus akibat banjir besar pada 2024.

Peresmian jembatan dilakukan oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas bersama Wakil Bupati Sragen Suroto dan jajaran perangkat daerah terkait, beberapa waktu lalu. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Jembatan Winong Elok dibangun dengan panjang sekitar 24 meter dan lebar 8 meter. Pembangunan dilaksanakan selama 120 hari kerja dengan anggaran sebesar Rp 5,7 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Bupati Sigit mengatakan, Jembatan Winong merupakan jalur vital penghubung Sragen–Ngawi yang memiliki peran strategis dalam mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Jembatan lama, yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada 1938, rusak akibat banjir besar pada tahun 2024.

Berita Terkait:  Sragen Berhasil Tekan Kemiskinan, Turun Menjadi 12,87 Persen di Tahun 2023

“Usia jembatan lama sudah sekitar 87 tahun. Setelah terdampak banjir besar, Pemerintah Kabupaten Sragen membangun kembali jembatan ini pada 2025 agar lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat,” kata Sigit, Sabtu (27/12/2025).

Ia menjelaskan, jembatan lama memiliki panjang sekitar 11,4 meter dan lebar 4,5 meter. Sementara jembatan baru dibangun hampir dua kali lebih panjang dan lebih lebar.

“Perubahan dimensi ini berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kami berharap akses ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat menjadi lebih lancar,” ujarnya.

Sigit juga mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan karena proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target, bahkan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

“Pembangunan berjalan lancar. Harapannya, Jembatan Winong Elok ini dapat bertahan lama dan memberi manfaat bagi masyarakat lintas wilayah,” kata dia.

Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Sragen mengalokasikan anggaran sebesar Rp 102,5 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Anggaran tersebut digunakan untuk 110 paket rekonstruksi jalan serta rehabilitasi dan pembangunan jembatan di sejumlah wilayah.

Berita Terkait:  TMMD Reguler ke-119 di Sragen, Kusdinar Sebut Manifestasi dari Kolaborasi Pemerintah dan TNI

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen Aribowo Sulistyo menyampaikan bahwa sebagian besar paket pekerjaan infrastruktur telah mencapai progres hampir 100 persen.

“Masih ada sekitar 20 paket yang saat ini dalam tahap penyelesaian akhir. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sebelum 31 Desember. Kontraktor yang terlambat akan dikenakan denda,” ujar Aribowo.

Ia menambahkan, salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian adalah jalur Jenar–Nyadri yang didanai melalui Bantuan Keuangan Provinsi. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah antrean penjadwalan material beton siap pakai, meskipun kondisi cuaca dinilai cukup mendukung.

Dengan sisa waktu yang ada, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen optimistis seluruh proyek infrastruktur dapat diselesaikan tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca