Suarapena.com, YOGYAKARTA – Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI ke Daerah Istimewa Yogyakarta, Roberth Rouw, meninjau progres pembangunan ruas Tol Solo–Yogyakarta, khususnya di Gerbang Tol (GT) Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Jumat (20/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Roberth mengatakan GT Purwomartani dirancang sebagai akses utama keluar-masuk Tol Jogja–Solo menuju kawasan Kalasan dan Ring Road Utara Yogyakarta. Infrastruktur itu ditargetkan dapat difungsikan secara terbatas pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Nanti rencananya saat arus mudik tol ini difungsikan satu arah dari Solo ke Yogyakarta. Begitu pun saat arus balik satu arah dari Yogyakarta ke Solo. Hal ini untuk meminimalisir kemacetan saat beroperasi fungsional,” ujar Roberth.
Ia menjelaskan, skema satu arah diterapkan sebagai langkah antisipasi lonjakan volume kendaraan saat musim mudik. Dengan pengaturan tersebut, diharapkan kepadatan lalu lintas di jalur nasional dapat ditekan.
Proyek Tol Solo–Yogyakarta merupakan bagian dari proyek strategis nasional dengan total panjang 96,57 kilometer dan nilai investasi sekitar Rp 26,6 triliun. Pembangunan dan pengelolaannya dilakukan oleh PT Jasamarga Jogja-Solo.
Secara teknis, pembangunan jalan tol ini terbagi dalam tiga seksi utama dengan karakteristik medan yang berbeda, mulai dari kawasan padat perkotaan hingga wilayah dengan potensi kerawanan bencana.
Komisi V, lanjut Roberth, meminta Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum meningkatkan pengawasan serta evaluasi terhadap pelaksanaan konstruksi.
“Komisi V DPR RI meminta Ditjen Bina Marga Kementerian PU meningkatkan pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan konstruksi pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo agar memenuhi standar dan kualitas konstruksi jalan, baik pada tahap perencanaan atau desain, pelaksanaan konstruksi, dan pemeliharaan rutin, termasuk ketahanan terhadap banjir dan gempa bumi,” kata dia.
Menurut dia, penguatan aspek kualitas menjadi penting mengingat wilayah DIY dan sekitarnya memiliki potensi risiko gempa dan banjir yang harus diantisipasi melalui perencanaan konstruksi yang matang.
Roberth menambahkan, kehadiran Tol Solo–Yogyakarta diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan. Jika sebelumnya perjalanan melalui jalan nasional memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam, ke depan diperkirakan hanya 30 hingga 50 menit.
Ia juga berharap pembangunan ruas tol yang terhubung hingga Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dapat diprioritaskan agar konektivitas wilayah semakin terintegrasi.
“Dengan tersambungnya tol hingga YIA, konektivitas akan semakin baik dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar,” ujar legislator asal Daerah Pemilihan Papua Pegunungan tersebut.
Secara bertahap, tol sepanjang 96,57 kilometer ini akan menghubungkan Solo, Klaten, hingga kawasan YIA. Sejumlah seksi telah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah. (r5/aha)










