Suarapena.com, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dengan menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Subdit Kamsel) Polda se-Indonesia secara daring, beberapa waktu lalu.
Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan terukur sejak tahap awal, terutama melalui survei lapangan terhadap jalur mudik dan balik Lebaran.
“Perencanaan harus disiapkan dengan baik. Lakukan survei untuk memastikan jalur yang perlu diperbaiki, jalur yang layak digunakan, serta skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan. Termasuk penempatan pos pemeriksaan, pos pelayanan, dan pos pengamanan,” kata Prianto, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, pendekatan pengamanan dari hulu membutuhkan waktu panjang karena berkaitan dengan perubahan perilaku dan budaya berlalu lintas masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tidak sekadar bersifat administratif.
“Kita bekerja di hulu. Proses ini tidak mudah karena menyangkut perubahan perilaku. Maka laksanakan tugas ini dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Sementara itu, Kasudit Dikmas Korlantas Polri Kombes Pol Hotman Sirait mengatakan, dari aspek keamanan dan keselamatan lalu lintas, kepolisian akan mengawali langkah melalui edukasi kepada masyarakat serta pemetaan wilayah rawan kecelakaan.
“Dari sisi kamsel, kami memulai dari edukasi kepada masyarakat serta melakukan mapping daerah-daerah yang rawan kecelakaan,” kata Hotman.
Ia juga menekankan pentingnya peran pengusaha angkutan dalam mendukung keselamatan selama Operasi Ketupat 2026. Menurutnya, kesiapan kendaraan dan pengemudi menjadi faktor utama dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Pengusaha angkutan harus memastikan armada dalam kondisi prima dan terawat. Pengemudi yang ditugaskan juga harus benar-benar siap,” ujarnya.
Hotman menambahkan, keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 akan dijadikan referensi, namun dengan peningkatan strategi dan persiapan yang dilakukan lebih awal.
“Keberhasilan tahun lalu menjadi acuan. Tahun ini langkah-langkah dilakukan lebih awal agar seluruh persiapan terkoordinasi dengan baik dan pelaksanaan berjalan tertib,” katanya. (sp/hp)










