Suarapena.com, WONOSOBO – Kunjungan wisata ke Kabupaten Wonosobo selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menunjukkan tren positif. Tercatat sebanyak 197.058 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata di daerah tersebut dalam periode 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, mengatakan jumlah tersebut terdiri atas 196.763 wisatawan nusantara dan 295 wisatawan mancanegara. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, angka kunjungan ini mengalami peningkatan sekitar 2–3 persen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Wonosobo masih menjadi destinasi pilihan wisatawan, terutama untuk wisata alam dan pegunungan,” kata Fahmi, Jumat (9/1/2026).
Sejumlah destinasi unggulan tercatat menjadi tujuan favorit wisatawan selama libur Nataru. Beberapa di antaranya adalah Sunrise Sikunir, Telaga Warna, Telaga Menjer, Curug Sikarim, Taman Langit, serta Kebun Teh Panama. Destinasi tersebut menawarkan panorama khas dataran tinggi Dieng yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Selain wisata alam, aktivitas pendakian Gunung Prau juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data dari posko pendakian atau basecamp Gunung Prau yang dihimpun dari PT Palawi Risorsis, sekitar 13.000 pendaki tercatat melakukan pendakian selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
Fahmi menegaskan, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan wisata pendakian. Seluruh pendaki diwajibkan melakukan registrasi di basecamp resmi, mematuhi kuota pendakian, serta menggunakan perlengkapan pendakian yang sesuai standar.
“Kami terus berkoordinasi dengan pengelola dan pihak terkait untuk memastikan SOP pendakian diterapkan secara konsisten. Keselamatan pendaki menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan juga didukung oleh upaya peningkatan kualitas layanan destinasi, penguatan promosi, serta sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan kawasan wisata.
“Harapannya, tren positif ini dapat menjadi modal awal untuk mendorong pertumbuhan pariwisata Wonosobo sepanjang 2026, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal,” kata Fahmi. (sp/pr)










