Scroll untuk baca artikel

HeadlinePena Kita

Nafsu Kekuasaan dan Hulu Balang

×

Nafsu Kekuasaan dan Hulu Balang

Sebarkan artikel ini
Nafsu Kekuasaan dan Hulubalang
Ilustrasi Nafsu Kekuasaan dan Hulubalang.

Maka, dalam waktu singkat dan bergegas, para calon kepala daerah dan pasangannya; heboh memproduksi brosur, spanduk, baliho serta melakukan penyebaran informasi sedemkian rupa di berbagi media.

Persoalan kemudian muncul manakala paslon kepala daerah bersinggungan dengan media, karena media sendiri telah terkotak-kotak, pun oleh sebab kepentingan politik. Persoalannya adalah fakta   objektif sang calon jauh dari obyektif. Media yang pro akan bikin berita seolah-olah sang calon sosok malaikat, sebaliknya yang kontra akan habis-habisan membredel sang calon agar nampak seperti dedemit.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Bagi media sendiri pun sebuah persoalan, sebab ketika media terlampau esktrim berafiliasi dengan kekuatan dan/ atau kepentingan politik, maka independensi jadi bubar jalan. Wabah ini sudah menghantam media-media besar yang di waktu lalu dikenal sebagai media garis tengah. Jangan tanya media-media kecil, tentu lebih rapuh soal independensi.

Berita Terkait:  Senjata Itu Makan Tuan, Mr. President!

Media yang obyektif sudah jadi barang mewah yang sulit didapat sekarang ini. Sebab. Mayoritas diantaranya telah menjadi perangkat untuk mengacaukan hakikat dan kenyataan beragam persoalan. Beragam kepentingan yang menelikung para pewarta telah membuat model produksi berita menjadi “absurd”. Kepentingan para pemodal mampu membonsai idealisme jurnalis, dan profesi jurnalis tidak lagi dipuja dan diagungkan seperti di waktu lalu. Inilah gambaran vulgar, di mana hubungan produksi berita dan kekuatan-kekuatan produksi pemodal saling tumpang tindih satu sama lainnya.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca