Jika terkait kepentingan memproduksi kekuasan, maka dunia televisi, media cetak, dan portal berita online, apalagi sosmed, kehilangan keindahan dan tebaran pesona (totally disenchanted) serta tidak tahu malu (almost shameful) terhadap kenyataan yang bergemuruh di tengah-tengah masyarakat. Ada begitu banyak media yang kini dengan “bahagia” memutarbalikkan fakta, menjungkirbalikkan objek berita, dan terutama telah mengubur etika dan nilai-nilai luhur di masyarakat.
Media, apa boleh buat, banyak yang telah kehilangan ruh kebenaran, terutama media telah menjadi bagian dari propaganda politik. Inilah realitas yang terjadi, di mana media massa tak berkutik melakukan penyiaran kabar tentang kebenaran. Kabar kebenaran pada akhirnya ditentuka oleh siapa yang kasih uang dan modal.
Tentu ini realitas duka cita yang mendalam, karena kini sedang terjadi gerakan masif menggali kuburan massal untuk menimbun bangkai idealisme jurnalistik.










