“Kita sangat menghargai etikat baik pihak RSUD dengan memediasi soal ini, tapi sangat lah tidak etis karna yang bersangkutan (Dokter DN-Red) tidak hadir, yang punya persoalan bukan RSUD nya tapi oknum dokternya,” sebut Samsul usai menemui perwakilan pihak RSUD Daud Arif Kualatungka, Kamis (12/3).
Hal senada juga dituturkan perwakilan aliansi PWI dan SMSI Kabupaten Tanjab Barat yang juga mengecam sikap oknum dokter DNS. Kedua aliansi ini juga meminta pihak rumah sakit agar bisa menyelesaiakan persoalan yang terjadi.
“Persoalan dokter DNS dengan pasien JR tentunya menjadi kewenangan Pak Muhtar selaku keluarga pasien. Tetapi soal penyebutan wartawan dan LSM itu beda lagi, kita mendorong pihak RSUD untuk segera menyikapi persoalan ini,” tutur Firmanysah.
Perseteruan oknum dokter RSUD Daud Arif Kualatungkal dengan pihak Keluarga Pasien JR berawal saat Muhtar, suaimi JR mendatangi rumah sakit untuk memeriksakan bekas gigitan kucing pada pagi, Senin (9/3). Saai itu, eluarga pasien mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dan omongan kasar dari oknum dokter DNS.










