“Saat itu istri saya digigit kucing, untuk antisipasi hal yang tidak di inginkan di bawa ke rumah sakit, di sana dapat tindakan media oleh dokter DT sekira pukul 07.00 pagi,” ujar Muhtar memaparkan kronologis kejadian kepada media, Rabu (11/3).
Muhktar menjelaskan kronologis awal kejadian saat ia membawa istrinya ke RSUD lantaran terkenan gigitan kucing, Senin (9/3). Setelah istrinya mendapat tindakan pertama oleh dokter DT, Ia disarankan untuk mencari vaksin anti rabies ke Dinkes Tanjab Barat lantaran stok obat vaksin tersebut kosong.
Berbekal keterangan ini, Muhktar kemudian mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Tanjab Barat namun kembali dimintai persyaratan surat pengantar dari pihak Rumah Sakit. Saat kembali mendatangi rumah sakit, pihak penjagaan sudah ganti piket jaga. Saat itulah, Muhtar mendapat perlakuan kasar dari DNS yang saat itu menggantikan posisi dokter DT.
Selain berbicara dengan nada tinggi saat diminta surat rekomendasi pengambilan obat rabies, Muhktar mengatakan DNS juga sempat melontarkan tantangan untuk mengadukan persoalan tersebut baik kepada LSM maupun Media.










