Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jakarta

Pramono Pastikan Stok Daging Aman hingga Lebaran, 3.100 Sapi Impor Tiba di Tanjung Priok

×

Pramono Pastikan Stok Daging Aman hingga Lebaran, 3.100 Sapi Impor Tiba di Tanjung Priok

Sebarkan artikel ini
Stok daging Ramadan hingga Idulfitri aman, Pramono pastikan harga tetap stabil.
Stok daging Ramadan hingga Idulfitri aman, Pramono pastikan harga tetap stabil.

Suarapena.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan stok daging sapi di Ibu Kota dalam kondisi aman dan harga terkendali selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau kedatangan sapi impor asal Australia di Dermaga 101, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Faktor inflasi di Jakarta biasanya meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras. Dengan masuknya sapi dari Australia ini, kami berharap harga daging bisa tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” kata Pramono di lokasi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya menerima 3.100 ekor sapi impor dari total 7.500 ekor yang direncanakan pada tahap awal pengadaan.

Pramono mengatakan, impor ini menjadi momentum penting karena setelah 28 tahun, Jakarta kembali melakukan impor sapi secara langsung dari Australia. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan kesiapan Pemprov DKI dalam mengelola pasokan daging secara mandiri dan profesional.

Berita Terkait:  BPJPH Puji DKI Jakarta Paling Tertib Soal Sertifikasi Halal-Prediksi Bakal Juara

Menurut dia, kerja sama internasional, termasuk skema sister city antara Jakarta dan sejumlah kota di Australia, turut memperkuat kepercayaan dan kelancaran proses distribusi serta pengawasan kualitas ternak.

“Kami memiliki kerja sama sister city dengan beberapa kota di Australia, dan itu ikut memperkuat hubungan serta kepercayaan yang ada. Dengan dasar kerja sama tersebut, proses impor ini dapat berjalan lebih baik dan terkontrol,” ujarnya.

Pramono menyebutkan, saat ini cadangan daging di Jakarta mencapai sekitar 1.000 ton. Selain itu, stok sapi hidup di kandang Dharma Jaya tercatat sekitar 1.500 ekor, termasuk 590 ekor yang baru diturunkan.

Adapun kebutuhan daging sapi dan kerbau di DKI Jakarta mencapai sekitar 65 ton per hari. Kebutuhan tersebut biasanya meningkat sekitar 4 persen pada periode Ramadan dan Lebaran.

“Stok ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Ramadan sekaligus menggantikan sebagian sapi yang akan dipanen bulan ini. Jadi, pasokan tetap aman dan terjaga,” kata Pramono.

Berita Terkait:  Dua Titik Pembuangan Sampah Sementara Pasca Longsor TPST Bantargebang Disiapkan

Masyarakat juga dapat memantau stok dan harga pangan melalui sistem Info Pangan Jakarta yang terintegrasi dengan aplikasi JAKI (Jakarta Kini).

Pramono memastikan seluruh sapi impor dalam kondisi sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat, baik sebelum pengiriman maupun setelah tiba di Jakarta.

“Kami sudah mendapatkan laporan bahwa sapi yang datang dari Australia dalam kondisi sehat dan tidak terindikasi PMK. Dari sekitar 2.000 ekor yang sudah tiba sebelumnya, tidak ada satu pun yang terindikasi sakit,” ucap dia.

Ke depan, Pemprov DKI juga tengah memproses rencana pengelolaan lahan rumput di Ciangir untuk mendukung program penggemukan sapi secara berkelanjutan.

Pramono berharap, langkah tersebut dapat memperkuat kemandirian pasokan daging Jakarta sekaligus menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari besar keagamaan. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca