Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Jateng

Warga Kendal Tak Lagi Muter 30 Menit, Jembatan Gantung Rp 4,8 Miliar Mulai Dibangun

×

Warga Kendal Tak Lagi Muter 30 Menit, Jembatan Gantung Rp 4,8 Miliar Mulai Dibangun

Sebarkan artikel ini
Jembatan gantung Rp 4,8 miliar mulai dibangun, warga Kendal nantinya tak lagi muter 30 menit.
Jembatan gantung Rp 4,8 miliar mulai dibangun, warga Kendal nantinya tak lagi muter 30 menit.

Suarapena.com, KENDAL – Warga Desa Cepokomulyo, Kecamatan Gemuh, dan Desa Margomulyo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, bakal memiliki akses penghubung yang lebih cepat.

Jembatan gantung yang menghubungkan kedua desa tersebut mulai dibangun. Kehadiran infrastruktur senilai sekitar Rp 4,883 miliar itu diproyeksikan memangkas waktu tempuh warga dari sebelumnya 20 hingga 30 menit menjadi hanya sekitar lima menit.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah perdesaan.

“Jika lewat jalan yang ada sekarang, warga membutuhkan waktu sekitar 20 menit, bahkan bisa sampai setengah jam jika ada kereta api yang lewat. Namun, dengan adanya jembatan gantung ini, waktu tempuh dapat dipangkas menjadi hanya sekitar lima menit,” ujar Dyah, Rabu (23/9/2026).

Berita Terkait:  Antisipasi Longsor Susulan di Sarijadi, Akses Jalan Dibatasi, Pemkot Siapkan Perbaikan Permanen

Menurut dia, jembatan tersebut bukan sekadar menjadi penghubung dua wilayah. Infrastruktur itu juga akan mempermudah akses warga terhadap berbagai kebutuhan penting, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas pertanian.

Akses yang lebih singkat diharapkan turut mendukung mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat Desa Cepokomulyo, Desa Margomulyo, serta wilayah sekitarnya.

Pembangunan jembatan gantung tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN dengan total nilai sekitar Rp 4,883 miliar.

Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada CV Tlogo Makmur sebagai kontraktor pelaksana.

Dyah berharap masyarakat nantinya dapat memanfaatkan jembatan tersebut dengan baik sekaligus ikut menjaga keberadaannya.

“Setelah jembatan ini selesai dibangun, fasilitas ini menjadi milik masyarakat bersama. Saya berpesan kepada warga untuk merawatnya dengan baik, menjaga kebersihan, serta keamanannya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata dia.

Berita Terkait:  Warga Jatiasih Tolak Jalan Cemara III Jadi Akses Cluster

Kepala Desa Cepokomulyo Maftuhin Arif mengatakan, pada tahun ini desanya mendapatkan alokasi dua program pembangunan infrastruktur.

Kedua program tersebut yakni Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dan pembangunan jembatan penghubung.

Maftuhin berharap proses pembangunan jembatan dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua desa.

“Harapannya, dengan diadakan doa bersama ini, proses pembangunan jembatan nantinya bisa berjalan dengan lancar, sukses, dan bisa bermanfaat bagi warga masyarakat Desa Cepokomulyo, Margomulyo, serta masyarakat Kabupaten Kendal pada umumnya,” ujar Maftuhin.

Dengan dibangunnya jembatan tersebut, warga tidak lagi harus mengandalkan jalur yang selama ini membutuhkan waktu perjalanan hingga setengah jam. Nantinya, akses antardesa yang hanya ditempuh sekitar lima menit diharapkan membuat aktivitas warga menjadi lebih cepat dan mudah. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca