Suarapena.com, TANGERANG – Indonesia memiliki potensi besar di sektor perikanan, namun masih banyak kendala yang dihadapi oleh para nelayan. Oleh karena itu, calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menyatakan komitmennya untuk memperbaiki tata niaga perikanan jika ia terpilih menjadi presiden dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
“Kami ingin masyarakat Indonesia mendapatkan pasokan hasil laut yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, dan nelayan mendapatkan pemenuhan kebutuhan mereka,” ujar Anies saat bertemu dengan para nelayan di Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (2/12/2023).
Anies mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib nelayan di Indonesia, yang masih banyak yang hidupnya belum sejahtera.
Hal ini menurutnya, disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari regulasi yang memberatkan dan membatasi nelayan, sampai tata niaga yang memerlukan perubahan secepatnya.
“Perlu kami tekankan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dan memiliki kekayaan laut yang sangat besar, namun nelayan adalah kelompok masyarakat yang kesejahteraannya paling lambat perkembangannya,” tuturnya.
Anies menuturkan yang paling dirasakan oleh para nelayan adalah masalah solar subsidi yang sering tidak tersedia sesuai dengan kebutuhan. Ia mengatakan, ketika para nelayan ingin melaut, justru solar tidak ada sehingga perlu adanya perubahan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini merasa perlu untuk menampung aspirasi nelayan, karena Indonesia adalah negara maritim dengan potensi kelautan yang sangat besar. Anies berkeinginan nelayan Indonesia bisa maju dan berkembang.
“Kami perlu lakukan perubahan sekarang juga, agar nelayan kecil bisa menjadi besar, tanpa mengorbankan nelayan yang sudah besar,” katanya.
KPU RI telah menetapkan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagai peserta Pilpres 2024, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut 3.
KPU juga telah menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, dan jadwal pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024. (sng/ant)










