Suarapena.com, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menyoroti transformasi branding di Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur. Ia mengingatkan agar penguatan identitas korporasi tidak menggeser nilai historis yang melekat pada nama bandara tersebut.
Bandara Juanda saat ini berada di bawah pengelolaan InJourney Airports sebagai bagian dari transformasi tata kelola kebandarudaraan nasional.
“Bandara adalah wajah bangsa. Saya melihat sekarang branding korporasi InJourney lebih menonjol daripada identitas bandaranya sendiri. Pemberian nama pahlawan pada bandara kita memiliki nilai historis dan filosofis yang sangat dalam. Jangan sampai kepentingan korporasi menenggelamkan jati diri tersebut,” kata Irine dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Irine menegaskan, modernisasi manajemen bandara perlu didukung sepanjang tetap menghormati sejarah dan identitas nasional. Nama Ir. H. Djuanda, menurut dia, bukan sekadar penanda lokasi, melainkan simbol kedaulatan maritim dan udara Indonesia.
Ia meminta agar penempatan logo dan atribut visual perusahaan tidak mengurangi marwah nama besar Djuanda sebagai pahlawan nasional.
Selain isu identitas, Irine juga menyoroti aspek layanan operasional yang dinilai lebih substansial bagi pengguna jasa. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah performa penanganan bagasi dengan standar First Bag – Last Bag yang ditargetkan berada pada kisaran 20 hingga 40 menit sesuai standar internasional.
“Indikator keberhasilan itu bukan pada dominasi logo di terminal, tetapi pada kecepatan layanan. Performa bagasi harus benar-benar diwujudkan agar wajah bangsa ini tidak hanya terlihat baik secara visual, tetapi juga prima dalam pelayanan,” ujarnya.
Berdasarkan paparan manajemen, Bandara Juanda kini dikelola melalui enam regional guna mengoptimalkan operasional. Komisi V DPR RI berharap transformasi tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, dengan tetap menjadikan pengalaman penumpang sebagai prioritas utama tanpa mengesampingkan nilai-nilai historis yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur. (r5/aha)










