Suarapena.com, JAKARTA – Menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Komisi XII DPR RI meminta Pertamina memperkuat langkah antisipatif untuk mencegah potensi gangguan pasokan dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai daerah. Peningkatan mobilitas masyarakat yang biasanya terjadi secara signifikan dikhawatirkan memicu lonjakan konsumsi yang dapat mengganggu stabilitas distribusi energi.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, mengatakan bahwa kondisi pasokan BBM saat ini masih terpantau aman. Namun, pola tahunan menunjukkan bahwa kebutuhan BBM cenderung meningkat tajam menjelang puncak liburan.
“Kalau kita lihat sekarang, memang belum terlihat ada kelangkaan. Tetapi yang kami khawatirkan adalah kondisi saat Nataru nanti, karena biasanya lonjakan konsumsi terjadi secara tiba-tiba,” kata Dony dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).
Dalam beberapa waktu terakhir, Komisi XII menggelar rapat dengan Pertamina untuk meminta penjelasan terkait kesiapan pasokan BBM menghadapi periode libur panjang. Pertamina menyampaikan bahwa stok BBM berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa puncak konsumsi.
Meski demikian, Dony menilai kesiapan tersebut perlu diikuti penguatan pengawasan lapangan. Pengawasan yang ketat dinilai penting untuk memastikan distribusi tidak terganggu oleh faktor teknis maupun aktivitas spekulatif.
“Kami minta Pertamina benar-benar waspada, karena rentang waktu menuju Nataru sangat mepet. Kita ingin pastikan distribusi tidak terganggu dan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” ujarnya.
Komisi XII juga menyoroti potensi praktik penimbunan BBM oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurut Dony, praktik ini kerap muncul menjelang masa libur panjang ketika permintaan meningkat.
“Kalau bicara penimbunan, itu selalu ada. Dan itu tugas kami untuk melakukan sidak. Kita minta tim Satgas di lapangan terus bergerak agar tidak terjadi gangguan distribusi gara-gara ulah oknum,” katanya.
Dony menegaskan bahwa pengawasan pasokan BBM tidak hanya dilakukan melalui Panitia Kerja (Panja) Migas yang telah dibentuk di Komisi XII, tetapi juga inspeksi langsung ke sejumlah titik distribusi dan SPBU. Langkah ini, menurut dia, penting untuk memastikan kesiapan pasokan di lapangan.
“Untuk isu khusus seperti ini, kita akan sidak langsung. Kita ingin melihat bagaimana kesiapan di lapangan secara nyata. Karena yang terpenting adalah masyarakat tidak kesulitan mendapatkan BBM pada saat mobilitas sedang tinggi-tingginya,” ujarnya.
Ia berharap upaya kolaboratif antara pemerintah, Pertamina, Satgas pengawasan, dan DPR dapat memastikan pasokan BBM tetap stabil sepanjang periode libur Nataru. Menurut Dony, kesiapan pasokan BBM merupakan salah satu faktor penentu kelancaran aktivitas masyarakat.
“Mudah-mudahan tidak terjadi kelangkaan. Tapi antisipasi tetap harus diprioritaskan, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” kata Dony. (r5/rdn)







