Pada awal ISRI berdiri pada 1963, saat itu Ketua Umum adalah Roeslan Abdulgani (Menteri Koordinator Perhubungan dengan Rakyat), dan Wakil Ketua Umum saat itu adalah Menteri Pertambangan Kabinet Ampera I yaitu Ir. Bratanata.
ISRI diinisiasi juga oleh berbagai perwakilan personil elemen nasionalis beberapa diantaranya merupakan Steering Commitee (SC) Deklarasi dan oleh formatur ditempatkan sebagai Dewan Penasehat dan Dewan Kepakaran.
Beberapa inisiator yakni Antonius Sunaryo Anggota ISRI 1963 duduk sebagai salah satu Ketua Bidang, Djoko Susilo Usman Ketua ISRI Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Iman Toto yang sebagai Dewan Penasehat.
Sementara dari Cendikiawan Marhaenis (CM) ada beberapa nama antara lain Dhia Prekasha Yoedha, Freddy Sutedi, Prof. Jim Wiryawan, dari Ikatan Sarjana Nasionalis Indonesia (ISNI) ada Didiek S. Hargono.










