Suarapena.com, BANDUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah selama Ramadan hingga lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengatakan pada periode tersebut volume sampah diperkirakan meningkat hingga sekitar 40 persen dibandingkan hari normal.
“Selama Ramadan hingga hari ketiga Lebaran diperkirakan terjadi penambahan volume sampah hingga sekitar 40 persen. Kalau dalam kondisi normal sekitar 1.500 ton per hari, maka ada potensi tambahan sekitar 600 ton,” ujar Darto, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, peningkatan volume sampah tersebut tidak terjadi secara konstan setiap hari, melainkan bersifat fluktuatif. Kondisi itu dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama dalam menyiapkan makanan selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
Meski demikian, DLH memastikan kondisi kebersihan Kota Bandung tetap terkendali melalui sejumlah skenario penanganan yang telah disiapkan.
Untuk menghadapi potensi lonjakan tersebut, DLH Kota Bandung melakukan berbagai strategi pengelolaan sampah, mulai dari optimalisasi pengolahan hingga penguatan pengangkutan.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mengerahkan seluruh armada pengangkut sampah pada malam takbiran. Upaya tersebut dilakukan agar tempat penampungan sementara (TPS) dalam kondisi kosong sebelum memasuki hari pertama Lebaran.
“Prinsipnya pada malam takbiran TPS harus sudah kosong. Semua armada kita turunkan supaya tidak ada sampah yang tertumpuk selama masa libur pengangkutan,” kata Darto.
Selain itu, DLH juga menyiagakan sebanyak 571 personel kebersihan untuk mendukung pengelolaan sampah selama periode tersebut.
Para petugas akan difokuskan pada kegiatan penyapuan jalan serta pengangkutan sampah di sejumlah titik prioritas di Kota Bandung.
“Kita akan menggerakkan kekuatan penuh pada malam takbiran. Petugas difokuskan pada penyapuan dan pengangkutan di ruas-ruas jalan yang menjadi perhatian,” ujarnya.
Setelah malam takbiran, pengangkutan sampah akan dihentikan sementara selama dua hari pertama Lebaran.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menahan sampah rumah tangga di rumah masing-masing hingga layanan pengangkutan kembali beroperasi.
“Selama dua hari pertama Lebaran masyarakat diminta menahan sampah dulu di rumah. Nanti pada hari ketiga baru kita mulai pengangkutan kembali,” kata Darto.
DLH Kota Bandung berharap langkah antisipatif tersebut dapat menjaga kebersihan kota selama momentum Idulfitri sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan nyaman. (sp/ray)










