Scroll untuk baca artikel

PemerintahanSuara Jambi

Pemkab Tanjab Barat Ahkirnya Kantongi Predikat WTP

×

Pemkab Tanjab Barat Ahkirnya Kantongi Predikat WTP

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.COM – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Pemkab Tanjab Barat) akhirnya berhasil mengantongi predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKDP) tahun 2018.

Setelah proses panjang, akhirnya laporan keuangan pemerintah daerah (Lkpd) mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia perwakilan Provinsi Jambi.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kantor Wilayah (Kanwil) Jambi langsung diterima Bupati Tanjab Barat, Dr Ir H Safrial MS, Selasa (28/5).

Kepala Wilayah BPK Kanwil Jambi, Hery Ridwan mengatakan laporan pertanggungjawaban keuangan daerah adalah tanggung jawab kepala daerah atas pelaksanaan APBD tahun anggaran tertentu yang disusun berdasarkan tanggal akuntansi pemerintahan.

Berita Terkait:  Pemkab Tanjab Barat Realisasikan Prioritas Progam Air Bersih

Berdasarkan hasil laporan, Enam kabupaten/kota di Provinsi Jambi mendapat predikat WTP diantaranya kabupaten Tanjab Barat.

“Perolehan opini WTP ini diharapkan dapat dipertahankan karena opini ini sifatnya dinamis. bisa naik, bisa tetap bisa turun. Tergantung kepada kualitas pengelolaan keuangan daerah, kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku dan tidak ada resiko penyimpangan,” harapnya.

Sementara, Bupati Tanjab Barat, Ir Safrial menyampaikan terimakasih kepada tim Tanjab Barat yang sudah menyusun laporan dengan baik sehingga kabupaten Tanjab Barat mendapatkan WTP.

“Harapan  kita kedepan terhadap Inspektorat dan BKAD kita ini bekerja lebih keras lagi untuk mengingatkan OPD-OPD yang lain suapaya laporan keuangannya cukup baik,” kata Safrial.

Berita Terkait:  Safrial Minta ISEI Lobi Bantuan Sapi

Pencapain WTP didapat dengan melakukan pembenahan aset-aset daerah. Terutama pembenahan aset dibawah nominal lima milyar yang menjadi tanggung jawab Bupati.

“Kita mulai penghapusan aset, kemudian terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan, temuan-temuan kita minta pada rekanan harus mengembalikan anggarannya,” ujar Safrial.

“Lewat tenggat waktu, kalau tidak diselesaikan akan berikan kepada aparat penegak hukum,” imbuhnya.

Bupati Safrial menganggap ada tugas lebih penting yang harus dicapai seorang Bupati yakni memberikan kemakmuran bagi rakyatnya.

“WTP bukanlah segala-galahnya. Tugas kedepan adalah membuat kemakmuran masyarakat yang ada di Tanjab Barat,” pungkasnya. (bin)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca