Suarapena.com, BEKASI – Komisi II DPRD Kota Bekasi meminta Dinas Perhubungan melakukan berbagai antisipasi terhadap kekurangan fasilitas yang ada di terminal.
Pasalnya, terminal Kota Bekasi saat ini memiliki keterbatasan daerah kerja, karena sejatinya terminal yang ada merupakan tipe C, bukan tipe A.
Minimnya ruang parkir untuk kendaraan pengantar penumpang serta masih terbatasnya ruang tunggu penumpang juga menjadi persoalan. Belum lagi yang paling berisiko ialah terjadinya penumpukan akibat keterlambatan kedatangan armada menuju ke terminal.
“Ini harus diantisipasi, saya yakin Dishub bisa mengantisipasinya,” ucap Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi Alimudin, Kamis (6/4/2023).
Diprediksi puncak arus mudik akan terbagi menjadi dua tahap. Tahan pertama yakni pada 17 sampai 19 April 2023, dan tahap kedua pada 20 sampai 22 April 2023.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei internal Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT), diprediksi pergerakan masyarakat selama masa lebaran 2023 mencapai 123,8 juta orang.
Jumlah ini meningkat 14,2 persen jika dibandingkan dengan prediksi pergerakan masyarakat di masa Lebaran tahun 2022 lalu yang mencapai 85,5 juta orang.
Untuk asal pergerakan masyarakat diprediksi didominasi dari Pulau Jawa, yaitu sebesar 62,5 persen atau 77,3 juta orang.
Adapun lima daerah asal pemudik terbanyak yaitu Jawa Timur 17,1 persen atau 21,2 juta orang. Kemudian Jawa Tengah 15,1 persen atau 18,7 juta orang, Jabodetabek 14,8 persen atau 18,3 juta orang, Jawa Barat 12,1 persen atau 14,9 juta orang, dan Sumatera Utara 3,6 persen atau 4,4 juta orang.
Sementara, lima daerah tujuan perjalanan masyarakat tertinggi yakni Jawa Tengah 26,45 persen atau 32, 75 juta orang. Kemudian, Jawa Timur 19,87 persen atau 24,6 juta orang, Jawa Barat 16,73 persen atau 20,72 juta orang, Jabodetabek 6,52 persen atau 8,07 juta orang, dan Yogyakarta 4,78 persen atau 5,9 juta orang. (Adv-Setwan)










