Scroll untuk baca artikel

Par-Pol

Pergerakan Meningkat, Komisi II DPRD Bekasi Beri Catatan

×

Pergerakan Meningkat, Komisi II DPRD Bekasi Beri Catatan

Sebarkan artikel ini
Potret Komisi II DPRD saat rapat koordinasi dengan Dishub Kota Bekasi terkait persiapan pelaksanaan mudik lebaran 2023. (Dok. Ist)
Potret Komisi II DPRD saat rapat koordinasi dengan Dishub Kota Bekasi terkait persiapan pelaksanaan mudik lebaran 2023. (Dok. Ist)

Suarapena.com, BEKASI – Komisi II DPRD Kota Bekasi meminta Dinas Perhubungan melakukan berbagai antisipasi terhadap kekurangan fasilitas yang ada di terminal.

Pasalnya, terminal Kota Bekasi saat ini memiliki keterbatasan daerah kerja, karena sejatinya terminal yang ada merupakan tipe C, bukan tipe A.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Minimnya ruang parkir untuk kendaraan pengantar penumpang serta masih terbatasnya ruang tunggu penumpang juga menjadi persoalan. Belum lagi yang paling berisiko ialah terjadinya penumpukan akibat keterlambatan kedatangan armada menuju ke terminal.

“Ini harus diantisipasi, saya yakin Dishub bisa mengantisipasinya,” ucap Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi Alimudin, Kamis (6/4/2023).

Berita Terkait:  Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi Soroti Kinerja Pemerintah dalam Pelayanan Masyarakat

Diprediksi puncak arus mudik akan terbagi menjadi dua tahap. Tahan pertama yakni pada 17 sampai 19 April 2023, dan tahap kedua pada 20 sampai 22 April 2023.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei internal Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT), diprediksi pergerakan masyarakat selama masa lebaran 2023 mencapai 123,8 juta orang.

Jumlah ini meningkat 14,2 persen jika dibandingkan dengan prediksi pergerakan masyarakat di masa Lebaran tahun 2022 lalu yang mencapai 85,5 juta orang.

Untuk asal pergerakan masyarakat diprediksi didominasi dari Pulau Jawa, yaitu sebesar 62,5 persen atau 77,3 juta orang.

Adapun lima daerah asal pemudik terbanyak yaitu Jawa Timur 17,1 persen atau 21,2 juta orang. Kemudian Jawa Tengah 15,1 persen atau 18,7 juta orang, Jabodetabek 14,8 persen atau 18,3 juta orang, Jawa Barat 12,1 persen atau 14,9 juta orang, dan Sumatera Utara 3,6 persen atau 4,4 juta orang.

Berita Terkait:  Dianggap Tidak Sesuai Mekanisme, Ahmad Ustuchri Tolak PAW dan Gugat PKB ke Pengadilan

Sementara, lima daerah tujuan perjalanan masyarakat tertinggi yakni Jawa Tengah 26,45 persen atau 32, 75 juta orang. Kemudian, Jawa Timur 19,87 persen atau 24,6 juta orang, Jawa Barat 16,73 persen atau 20,72 juta orang, Jabodetabek 6,52 persen atau 8,07 juta orang, dan Yogyakarta 4,78 persen atau 5,9 juta orang. (Adv-Setwan)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca