Ya, seperti Nabi, hadapi problem, baik itu otak atau pun hati, dengan kebijaksanaan. Bukan dengan cara yang buruk.
Aku hanya ingin kembali mengingatkan perkataan al Imam Addzahabi di kitab beliau, Siyar A’lamin Nubala dalam menghadapi perbedaan pendapat antara Ulama. Beliau mengatakan, “kesempurnaan sangatlah langka. Tapi, seorang alim dipuji karena banyak keutamannya; maka janganlah kau kubur kebaikan seseorang karena satu kesalahan, dan mungkin saja ia telah mundur dari kesalahannya itu. Dan mungkin ia telah dimaafkan oleh Allah, karena ia sudah berusaha sekuat mungkin dalam mencari kebenaran. Dan tiada kekuatan kecuali dengan (kekuasaan) Allah.” Wallahu a’lam. (*)
@bangmiqo
Makkah, Syawwal 28, 1438 H










