Scroll untuk baca artikel

HeadlinePena Kita

Problem Otak, atau Problem Hati?

×

Problem Otak, atau Problem Hati?

Sebarkan artikel ini
Ramadan di Dunia Hari Raya di Akhirat
Bang Miqo Santri Mekah asal Lamongan, Penulis Buku Renungan Qurani, dan Buku Bersama Cahaya

Contoh lainnya, Shafwan ibn Umayyah. Makkah sudah takluk, tapi ia masih tak mau masuk Islam. “Wahai Muhammad,” ujarnya, “tangguhkan aku hingga dua bulan, agar aku tahu bagaimana sebenarnya Islam.” Ia minta penangguhan waktu agar ia tetap di Makkah di tengah komunitas muslim baru meski ia sendiri bukan muslim, dan ingin tahu bagaimana Islam sebenarnya. Nabi menjawab, “aku tangguhkan kamu hingga empat bulan!” Bukan hanya dua bulan seperti permintaannya!

Berita Terkait:  Meniti Kemajuan di Tengah Rengkuhan Tantangan Indonesia 2024

Dan selang beberapa minggu, belum sampai dua bulan, Shafwan pun masuk Islam. Karena kini ia sudah yakin dengan kebenaran yang dibawa Islam. Bukan dengan tekanan, bukan dengan paksaan. Apalagi cemooh dan celaan.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Nah, setelah tahu bagaimana Nabi memperbaiki problem hati ataupun problem otak, apakah kita tak tergerak sedikitpun untuk mengikuti cara beliau?

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca