Menghormati perbedaan adalah hal yang diajarkan Islam
Bukan masalah jika kamu berpendapat A, berbeda dengan pendapatku yang menyatakan B. Kamu berdasar dalil, aku pun berdasar dalil, kita sama-sama berdasarkan pemahaman kita pada dalil yang ada di hadapan kita. Dan tidak ada yang berhak mengklaim kebenaran mutlak selain Allah dan Rasulullah. Tak ada hal yang membenarkan untuk kita memvonis munafik, liberal, kafir atau apapun pada mereka yang berbeda dengan kita.
Sepertimu yang memiliki hak untuk mengingatkanku, aku pun sama. Dan sepertiku yang tak memiliki hak untuk memaksamu setuju denganku, kamu pun sama. Jalan tengah kita: saling berdialog, saling memahami, saling menghormati.
Islam bukan hanya masalah hukum dan vonis, atau menerapkannya. Tapi juga bagaimana cara bijak mengajak, seperti yang diajarkan Nabi.
Bisa saja seorang yang berbeda pandangan denganmu, adalah karena ia tak memahami cara berpikirmu. Maka jelaskan! Tak ada cara selain itu, bukan? Tapi persiapkan dirimu juga, karena bisa saja malah pemahamanmu yang sebenarnya salah. Dan jika memang saling berdasar dalil, dan tak ada titik temu, maka cara terakhir adalah saling menghormati. Apapun, dia tetap seorang muslim, bukan? Dan ketakwaan hanya Allah saja yang tahu!










