Scroll untuk baca artikel

HukrimNewsSuara Papua

Satgas Damai Cartenz Bongkar Jaringan Senjata di Papua, Lima Orang Jadi Tersangka

×

Satgas Damai Cartenz Bongkar Jaringan Senjata di Papua, Lima Orang Jadi Tersangka

Sebarkan artikel ini
Satgas Damai Cartenz ungkap jaringan senjata untuk KKB di Papua, sejumlah orang jadi tersangka.
Satgas Damai Cartenz ungkap jaringan senjata untuk KKB di Papua, sejumlah orang jadi tersangka.

Suarapena.com, JAYAPURA – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama jajaran Polda Papua mengungkap jaringan transaksi senjata api dan amunisi yang diduga akan dipasok kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Yalimo dan Yahukimo, Papua.

Dalam operasi penegakan hukum yang dilakukan pada Kamis (12/3/2026) di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, aparat mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata api rakitan, ratusan butir amunisi, magazen senjata, serta sejumlah barang lain yang berkaitan dengan aktivitas para pelaku.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan intensif aparat terhadap peredaran senjata api ilegal yang diduga akan disalurkan kepada kelompok bersenjata di wilayah pegunungan Papua.

Dari delapan orang yang diamankan, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara pada Jumat (13/3/2026).

“Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus melakukan pengembangan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk menelusuri sumber senjata dan amunisi ilegal yang masuk ke wilayah Papua,” ujar Yusuf dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).

Berita Terkait:  Aktivis Perempuan di Papua Diduga Dibunuh KKB, DPR: Kami Mengutuk Keras, Aparat Harus Bertindak Tegas

Kelima tersangka tersebut masing-masing berinisial SP (38), OB (22) alias Bakuru, YP (35), M-K-M (39), dan DK (35).

SP diduga berperan sebagai pencari sekaligus pembeli senjata api rakitan dan amunisi. Sementara OB alias Bakuru diketahui sebagai penyandang dana utama untuk pembelian senjata rakitan dan amunisi dengan nilai sekitar Rp 122 juta.

Adapun YP disebut menyumbang dana sekitar Rp 13 juta untuk pembelian amunisi. Sementara M-K-M diduga membantu mengantarkan serta mempertemukan pihak pembeli dengan penjual senjata api rakitan, dan DK berperan sebagai perantara dalam transaksi senjata api dan amunisi.

Tiga orang lainnya yang sebelumnya turut diamankan saat ini masih berstatus sebagai saksi karena penyidik masih mendalami peran mereka dalam jaringan tersebut.

Dalam pengungkapan tersebut, aparat juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 298 butir amunisi berbagai kaliber, lima buah magazen senjata, beberapa unit telepon genggam, serta tas dan dokumen identitas yang diduga berkaitan dengan aktivitas para pelaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, senjata api dan amunisi itu diduga akan disalurkan kepada kelompok kriminal bersenjata yang beroperasi di wilayah Yalimo dan Yahukimo.

Berita Terkait:  KKB Bakar Sekolah di Pegunungan Bintang, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

Modus operandi yang digunakan para pelaku yakni dengan mengutus beberapa orang dari wilayah pegunungan menuju Jayapura untuk mencari jaringan atau pihak yang dapat menyediakan senjata api dan amunisi.

Dana kemudian dikumpulkan secara bersama-sama untuk membeli persenjataan yang nantinya akan dibawa kembali ke wilayah operasi kelompok tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal yang dapat membahayakan keamanan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal seperti perdagangan senjata api dan amunisi karena hal tersebut dapat berdampak serius terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu aparat keamanan dalam mencegah peredaran senjata ilegal.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dengan aparat keamanan dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran senjata ilegal,” ujarnya.

Saat ini, Satgas Operasi Damai Cartenz masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Polisi juga memburu pihak lain yang diduga sebagai penyedia atau pemasok senjata yang identitasnya telah diketahui penyidik. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca