Suarapena.com, JAKARTA – Pengamanan arus mudik Lebaran tahun 2026 melalui Operasi Ketupat didukung pemanfaatan teknologi yang semakin modern. Penggunaan berbagai perangkat digital dinilai mampu meningkatkan akurasi pemantauan kondisi lalu lintas sekaligus mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Dedi Prasetyo mengatakan, kesiapan teknologi dalam Operasi Ketupat tahun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau kesiapan Command Center Operasi Ketupat di Rest Area KM 29 ruas Jakarta–Cikampek Toll Road, Minggu (15/3/2026).
Menurut Dedi, berbagai perangkat teknologi yang digunakan memungkinkan petugas memantau kondisi lalu lintas secara real time sekaligus membantu proses analisis data dalam menentukan rekayasa lalu lintas.
“Bodycam ini penting untuk melihat situasi sekaligus mengontrol tindakan-tindakan yang dilakukan anggota di lapangan,” ujar Dedi.
Dalam Operasi Ketupat tahun ini, seluruh personel patroli lalu lintas yang bertugas di lapangan telah dilengkapi kamera tubuh atau body camera. Perangkat tersebut digunakan untuk merekam situasi sekaligus memastikan setiap tindakan anggota dapat diawasi dengan baik.
Dengan penggunaan bodycam, diharapkan pelaksanaan tugas di lapangan dapat berlangsung lebih transparan dan akuntabel.
Selain bodycam, pengamanan arus mudik juga didukung berbagai perangkat teknologi lain yang terintegrasi dengan Command Center.
Dedi menjelaskan bahwa salah satu teknologi yang digunakan adalah Command Center Mobile yang dilengkapi dengan drone untuk memantau kondisi lalu lintas.
“Kalau menurut saya tahun ini jauh lebih siap. Selain teknologi Command Center Mobile yang dilengkapi drone, untuk penindakan lalu lintas secara elektronik kita juga menggunakan drone ETLE,” kata dia.
Drone tersebut digunakan untuk memantau titik-titik yang tidak terjangkau kamera pengawas atau CCTV.
Melalui pemantauan udara, petugas dapat memperoleh gambaran kondisi lalu lintas secara lebih menyeluruh sehingga proses analisis data dapat dilakukan dengan lebih cepat.
“Command Center Mobile ini dilengkapi drone yang akan melihat titik-titik yang tidak terpantau CCTV. Dari situ kita bisa melakukan analisa data untuk mengambil keputusan-keputusan yang diperlukan,” ujarnya.
Selain pemantauan menggunakan drone, sistem pengawasan arus mudik juga didukung teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Teknologi ini memungkinkan proses analisis data lalu lintas dan pemaknaan situasi di lapangan dilakukan secara real time di sepanjang jalur mudik.
Pemantauan tersebut terintegrasi dengan command center yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra hingga Bali, serta berbagai jalur utama mudik di seluruh Indonesia.
Selain itu, sistem pemantauan juga dilengkapi dengan teknologi traffic counting yang berfungsi menghitung jumlah kendaraan yang melintas di ruas-ruas jalan utama.
Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi petugas dalam menentukan langkah rekayasa lalu lintas seperti penerapan contraflow maupun sistem one way apabila terjadi lonjakan volume kendaraan.
Seluruh data tersebut ditampilkan secara terintegrasi melalui layar monitor Command Center yang berada di Pos Terpadu Operasi Ketupat Rest Area KM 29.
Salah satu sistem yang digunakan adalah Aplikasi K3I (Kendali, Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi), yakni aplikasi berbasis geospasial atau peta digital yang memuat berbagai informasi terkait jalur mudik.
Melalui aplikasi ini, petugas dapat memantau berbagai titik strategis, mulai dari posisi personel polisi lalu lintas yang sedang bertugas, jaringan CCTV, hingga lokasi pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Aplikasi tersebut juga memuat informasi fasilitas pendukung perjalanan masyarakat seperti pintu tol, SPBU, lokasi wisata, tempat ibadah, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas seperti trouble spot dan blank spot.
Selain itu, sistem tersebut juga menampilkan lokasi kantor kepolisian di wilayah polda maupun polres serta berbagai simpul transportasi seperti bandara, terminal, pelabuhan hingga rumah sakit yang berada di sepanjang jalur mudik.
Informasi mengenai rute jalur mudik di masing-masing wilayah juga turut dimuat dalam sistem tersebut sehingga dapat membantu petugas dalam melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas selama periode mudik. (sp/hp)










