Scroll untuk baca artikel

Par-Pol

Diawal Tahun 2022 Pemerintah Diminta Waspadai Laju Inflasi

×

Diawal Tahun 2022 Pemerintah Diminta Waspadai Laju Inflasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel

SUARAPENA.COM – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel memperingatkan pemerintah agar mewaspadai laju inflasi.

Dia menyampaikan bahwa memang tahun 2021 laju inflasi dinilai bisa terkendali.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Meski begitu, memasuki tahun 2022 lonjakan harga kebutuhan sehari-hari naik hingga saat ini, sehingga berpotensi mengakibatkan inflasi yang tidak terkendali.

“Secara umum laju inflasi tahun lalu memang cukup terkendali, namun kalau dilihat lebih rinci ada yang harus diwaspadai, yaitu terjadi kenaikan inflasi yang signifikan pada kelompok makanan dan minuman. Tren ini harus dikendalikan agar tidak terus berlanjut,” kata Gobel di Jakarta, (7/1/2022).

Politikus Partai Nasdem ini juga merinci, diawal tahun 2022 pihaknya menilai ada beberapa harga yang mengalami kenaikan.

Berita Terkait:  Akhir Januari Ini Seksi 1 Tol Cisumdawu Bakal Beroperasi

Sejumlah tarif yang mengalamin kenaikan itu seperti harga gas LPG, tarif listrik, tarif tol, cukai rokok, bahkan kebijakan menghapus BBM jenis Premium dan Pertalite.

Hal itu kata dia, bisa mempersulit masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

“Pemerintah harus bertindak dengan hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ucapnya.

Gobel pun menyampaikan, jika nilai penghasilan masyarakat tidak bertambah signifikan, dan saat ini harga kebutuhan sehari-hari tidak terkendali terutama jelang Ramadan, kemungkinan akan menimbulkan petaka.

Gobel juga berpandangan, situasi ini perlu ditangani dengan tepat agar tidak memperparah kondisi perekonomian masyarakat Indonesia yang sedang berusaha pulih dari pandemi.

Berita Terkait:  Menteri Hadi Intruksikan BPN se-Indonesia Percepat Program PTSL

“Kenaikan upah tahun ini kan tidak besar, kalau harga-harga bahan pokok tidak turun-turun, tentu akan memberatkan masyarakat pekerja,” pungkasnya.

Sebagai informasi, BPS memaparkan per Desember tahun 2021, inflasi tahunan mencapai 1,87 persen. Di mana, kenaikan harga pada kelompok makanan dan minuman menyumbang kontribusi inflasi terbesar sebanyak 3,20 persen.

Mayoritas penyumbang inflasi di antaranya bawang merah, beras, bayam, kangkung, minyak goreng, telur ayam ras, ikan segar, cabai merah, dan daging ayam ras.

Lonjakan harga tersebut terasa selama dua bulan terakhir, di mana Indeks Harga Konsumen (IHK) di kelompok makanan dan minuman ini, masing-masing naik 0,84 persen pada November dan 1,61 persen pada Desember tahun 2021. (Sng/Bo)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca