- Penyerahan secara langsung Kartu Indonesia Pintar, Pemberian Makanan Tambahan, Program Keluarga Harapan dan Kartu Indonesia Sehat di wilayah-wilayah perbatasan.
- Pembangunan dan peresmian Pos Lintas Batas Negara Terpadu seperti di Entikong, Nanga Badau, Aruk Sajingan Besar dan lain-lain.
- Membangun dan meresmikan bandar udara, terminal, jalan dan pelabuhan di wilayah perbatasan. Contoh : Bandar Udara Miangas, Peningkatan kualitas dan pembanguna jalan baru di Papua, Kalimantan dan NTT.
- Membangun pasar di wilayah perbatasan sebagai stimulan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.
- Membangun pemukiman yang layak bagi masyarakat di wilayah perbatasan, antara lain di Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malaka dan Kota Jayapura.
- Pemberantasan illegal fishing, penyelundupan dan penempatan gelar pasukan TNI yang memperhatikan perubahan paradigma pembangunan nasional.
Dari penjelasan dan contoh di atas, dalam perspektif pemerintahan Presiden Jokowi wilayah perbatasan mempunyai peran yang signifikan sehingga perlu dirubah orientasi pengembangannya dari inward looking menjadi outward looking. Dengan demikian, menerapkan paradigma baru yang berorientasi outward looking adalah kebijakan yang relevan guna memaksimalkan potensi wilayah perbatasan dan dimanfaatkan sebagai entry point aktivitas ekonomi dan sosial dengan mengedepankan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach).









