Suarapena.com, BANDUNG – Proyek galian kabel udara di Kota Bandung kini menjadi sorotan publik. Selain memicu kemacetan di berbagai titik, proyek yang dijalankan PT BII bersama Diskominfo ini dinilai rawan keselamatan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, langsung angkat suara dengan memberi batas waktu tegas kepada pihak terkait untuk menyerahkan timeline pengerjaan yang jelas dan terukur. Setiap titik galian harus punya kepastian kapan mulai, selesai, dan ditutup kembali.
“Timeline itu wajib diinformasikan ke media dan masyarakat supaya warga punya ekspektasi,” tegas Farhan, Rabu (25/2/2026).
Farhan menekankan, keterbukaan informasi jadi kunci agar warga tidak bingung menghadapi kemacetan sementara.
Lebih dari itu, Wali Kota juga mengumumkan audit ulang standar keselamatan proyek galian. Langkah ini diambil setelah adanya insiden yang diduga terkait lubang galian, dan karena kontraktor belum seragam dalam penerapan pengamanan jalan.
“Digali itu kan menghalangi jalan. Bagaimana memastikan pengguna jalan tetap aman sebelum perbaikan selesai? Ini yang akan kami audit ulang,” jelas Farhan.
Selain audit, seluruh lubang galian dijamin akan ditutup menggunakan mainhole permanen yang bisa dibuka-tutup sesuai kebutuhan perawatan. Meski desainnya sudah baik, implementasinya di lapangan tetap harus diawasi ketat.
Wali Kota juga menyoroti dilema teknis antara pengerjaan kabel dan perbaikan jalan. Jika dilakukan bersamaan, proyek bisa saling menunggu, membuat kemacetan bertambah panjang.
“Kalau kabel belum selesai, jalan belum bisa diperbaiki. Pilihan berat, tapi harus dijalankan,” katanya.
Pemkot Bandung menegaskan proyek penataan kabel udara tetap berjalan, namun keselamatan warga dan kepastian waktu pengerjaan menjadi prioritas. Farhan bahkan menjamin, jika terjadi korban kecelakaan akibat proyek ini, pengobatan akan difasilitasi di RSUD Bandung Kiwari atau RSUD Kota Bandung bagi warga dengan KTP dan KK Kota Bandung.
Dengan pengawasan ketat, timeline jelas, dan jaminan keselamatan, Pemkot Bandung berharap proyek ini tetap lancar tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. (sp/ziz)










